Postingan

reinkarnasi

di antara deretan janji tanah merah, kuselipkan kepingan rasa dalam dogma. Pada lima ratus tahun sebelum tuhan berpikir untuk membuat kita. Di masa sebelum silsilah mengaduk darah perbedaan kita. sengaja ku berlumur setia pada endapan tanah hujan november. Sebab rinai tak lelah menguji. Dan kemarau mewabah keputusasaan. hanya satu; tetap menjaga rasa itu tak terkikis. tak sekedar berada, rasa dahulu harus terpenjara. kukuh di tanah peraduan kita. meski berubah warna, meski tertimbun rerumputan, semak belukar, bebatuan cadas, dan padang darah korban perang. kita harus tetap ada, sampai di saat jeritan ibunda menyambut kelahiran kita. Beserta tangisan melahap keriput dunia. kemudian terjaga pada mantra nyanyian bunda. menunggu isyarat janji nan lampau. nyanyian bunda memompa hasrat untuk mereguknya. terus mencari walau kaki tertumpu duri mawar hitam. demi kepingan rasa di antara sisa tanah merah. tanah bekas pahatan tuhan. TRI SUHARMAN jkt 07082011

padang langit

di tengah padang langit aku menunggumu bertengger pada ufuk. menunggangi awan, beriring kilau matahari. seperti dalam mimpi, ketika aku sendiri menjemput sepi. kau datang memintal benang kalut pada duri pasir tandus. dan aku sadar ini bukan mimpi, di saat fatamorgana kembali menipu. pada angin menerpa wajah dan mengantar aromamu. terhempas kemilau kerikil menembus pelupuk. mengguncang jasad rapuhku.. lalu hatiku mengucur halus, dari pori dadaku. menyeret darah tertimbun debu. kering membentuk wajahmu. tersenyum seketika hilang dari kemilau pasir. aku hanya tertegun menantimu. menguji kesendirianku pada sunyi mengekang, pada nyanyian arwah menderu angin, pada kecupan kala di bibir bumi, pada mendung belepotan, dan pada malam menancap kematian.. aku tetap sendiri.. trisuharman jakarta 11072011

pedang demaskus

bukan karena malam ini begitu dingin tapi aku menggigil melihatmu dan hati ini menjadi beku sebab pandangmu membunuh seperti pedang demaskus tajam tanpa ampun hanya karena melirik tubuhku berserakan retak dalam beku lalu mencair di selah jemarimu tak mungkin melawan apalagi berpikir menyerang karena kutahu.. itu tak berguna aku terlalu muda untuk mengalahkan sorotmu apalagi untuk bertanya di mana kau akan tidur malam ini? jakarta 19062011

Kepada Arwah Sahabat

ada getar seperti gempa mengoyak mengguncang tanpa pesan seketika senyap dalam lorong kepanaan mendobrak pintu taman lelap mencipta senyum arwah sahabat seolah memanggil kupandang tawa kecil semasa hidup lara tergerus maut pekat kesepian namun hilang pelan-pelan kemudian pecah dalam gelegar tangis menggelayut di selah labirin mimpi bersama nelangsa kuusap punggung arwah sahabat mengantar persembahan dalam sesajian keselamatan lalu kutunjukkan sosok remang-remang saat kutemui di ujung mimpi terdahulu sosok kusangka tuhan pada janji keselamatan jakarta 13062011 trisuharman

lelaki laknat

merindu kenikmatan kutarik bayangmu dalam corong ingatan kutuang pada gairah kureguk dengan garang... pada perempuan menatap kilat tajam ku biarkan dirimu bersemayam bebas membuah dimensi hasrat membara mengelus lembab tulang selangka menyibak redup cahaya bergelora pada ujung telunjuk lelah kehendak mendegus menakar nikmat walau terkatup tak semestinya pada imaji nasib lelaki termakan laknat perempuan pasrah tragedi menepi pada alam tak terkendali.. jakarta 07062011

badai api

ini bukan sekedar rindu tapi badai api pada malam-malam buta tak bersuara mengubah temaram jadi kilatan petir menggulung cakrawala menghembus nafas aku pasrah dalam surau jiwa berdoa agar rindu tak membunuh sebab senjakala masih dalam angan trisuharman Jakarta 31052011

dewi-dewi rembulan

bergumul sepi kau terasing dalam liang pengharapan.. menyulut resah kebencian terhadap malam lantas terpejam sebab, menurutmu, malam tak mampu berbagi seperti halnya hadirku sebatas menengok gelisahmu lalu pergi dalam senyum entah sedih atau bengis.. gerik yang kubaca, kau tak sudi memandang.. hanya menyeret bayangku, kau memenjaraku di sudut-sudut matamu. Berpaling.. menyembur gumam tak jelas.. memupuk hina lalu membuang bunganya ke tong sampah tapi, dihinakan olehmu adalah harapanku.. sebab, menurutku, kau adalah dewi rembulan yang diproduksi terbatas oleh tuhan.. walau senang memasung diri dalam kelam trisuharman jakarta 22 april 2011