Postingan

badai api

ini bukan sekedar rindu tapi badai api pada malam-malam buta tak bersuara mengubah temaram jadi kilatan petir menggulung cakrawala menghembus nafas aku pasrah dalam surau jiwa berdoa agar rindu tak membunuh sebab senjakala masih dalam angan trisuharman Jakarta 31052011

dewi-dewi rembulan

bergumul sepi kau terasing dalam liang pengharapan.. menyulut resah kebencian terhadap malam lantas terpejam sebab, menurutmu, malam tak mampu berbagi seperti halnya hadirku sebatas menengok gelisahmu lalu pergi dalam senyum entah sedih atau bengis.. gerik yang kubaca, kau tak sudi memandang.. hanya menyeret bayangku, kau memenjaraku di sudut-sudut matamu. Berpaling.. menyembur gumam tak jelas.. memupuk hina lalu membuang bunganya ke tong sampah tapi, dihinakan olehmu adalah harapanku.. sebab, menurutku, kau adalah dewi rembulan yang diproduksi terbatas oleh tuhan.. walau senang memasung diri dalam kelam trisuharman jakarta 22 april 2011

Seperti Pulang

dia bergelora di balik senyum memaksa tulus seolah penepis segenap riuh rendah hidupnya menatap wajahnya aku seperti pulang memeluk pusara ayahku mencium gundukan tanah di atas pemakanaman nenek moyang lalu terpental dalam gemuruh bersolek pekikan binatang-binatang terbelengguh bintang-bintang 9 April 2011 jakarta Tri suharman

telepon terakhir

sahabatku.. maaf bila ku tak mengangkat teleponmu aku tak menyangka bila teleponmu malam itu adalah yang terakhir deringan yang tidak lagi menggetarkan ponselku deringan yang mengubur pecahan kisah konyol kita aku sangat menyesal...!!! Tuhan.. aku ingin menelepon sahabatku.. aku ingin menyampaikan permohonan maaf sebab kelalaianku sungguh menyakitkan! aku kangen mendengar ocehanmu sahabat.. "Mang jangan kalap mang,,," itu kata khasnya untukku.. kata-kata itu semacam bunyi-bunyian merambat dalam irama masa kecilku mengalun di balik celah kamarku bila kujengah tak bisa menutup mata tak selalu indah memang tapi seolah menyambungkan aku kedalam simpul hidup pada keceriaan yang binal.. keegoisan yang menyenangkan terlebih disaat aku belajar merokok meneguk cairan alkohol di belakang sekolah meracik butiran generik meracau sambil menikmati rujak buatanmu Oh Tuhan.. kumohon berikan nomor teleponnya padaku aku ingin mengetahui kabarnya di sana apakah sahabat baik-baik saja? bertemu k...

kepada perempuanku

aku tersungkur di punggung kakimu bersimpuh.. seperti salat jumat tempo hari.. khusyuk memohon ampun berharap mewakili tuhan kau mengabulkan doa-doaku aku memang potret buram di dasar hatimu rapuh guratannya walau kau tak bosan kembali melukisnya alurku belukar hilang ruang dalam susunan peta ptolemaeus gemar tak tahu arah bodoh menafsirkan perasaan hatiku berjamur bagai ayat-ayat mutasyabiah sarat elemen perbedaan dungu... menerjemahkan cinta dan emosi sesaat.. lalu kucium jemari kakimu persis disaat ku hendak meninggalkan ibuku mengantar beribu bait kalimat penuh kesah berbalut sesal menunggu vonis hukuman darimu mengangkat wajahku sedetik lalu berucap.... "maaf bila bibirku lebih dulu menempel di dadamu.. mendahului anak-anakmu." jakarta2702011 trisuharman

sebingkis sepi untuk sunda kelapa

semilir muson timur mengantar kita mengarung dari paotere ke sunda kelapa membawa salam kesepian para janda korban perang untuk tubuh prajurit pasrah menggantung pedang kita melenggang.. menerobos liat samudera rebah di buritan perahu kelana berselimut bau lumpur pekat lautan kita tersenyum....... tatkala percikan ombak menusuk-nusuk punggung kita mencolek pinggang kita sekenanya meremas pundak kita menggenggam perih... namun menggelikan meregang gairah saat bergumul di tanah Makassar walau tak sadar kaki mencium pantai sunda kelapa tersengat aura kejayaan maharaja purnawarman meliku di batu prasasti tarumanagara lalu kusampaikan sebingkis salam janda korban perang kepada para kuli panggul bekas bawahan sultan Jakarta 2602011 trisuharman

Di Antara Surah Yasin

paling tidak... kita tak selamanya bersembunyi dalam gelap.. menjadi penyembah kenikmatan sesaat kita akan memantik cahaya mengubur pekat nan lekat mengucapkan salam perpisahan di antara surah yasin dan bau tanah pemakaman untuk kembali mereguk kesucian melafalkan puja-puji para hafiz menanti panggilan muadzim Jakarta 0402011 trisuharman