Postingan

AKU DENDAM PELUKAN HUJAN

Sekuat tenaga kutendang mendung di sore ini... Berharap kaki langit diremas jingga mentari... Kusumbat angin... Kutampar petir Lalu gemuruh kucekik Aku dendam pelukan hujan Yang tak permisi ketika kelam menagih petang Tanpa belas kasihan, menganiaya tubuhku yang kedinginan Sekarang aku butuh kehangatan Tetapi mentari selalu mengabaikanku Bersembunyi dibalik awan Puas terbahak dalam tangisanku Mentari..! Kali ini jangan buatku benci... Apakah kau tak takut kupadamkan dengan air seni? Ayolah...hangatkan aku lagi.. Lupakan rayuan sangmalam Karena rembulan tak mungkin datang Kau bertanya mengapa? Maafkan aku jika ini menyakitkan.. Karena tak sengaja... Rembulan telah ku bungkus kain kafan 22052010 TRI SUHARMAN

Tep Klasik Tetanggaku

Dibalik jendela ku menantimu.. Berharap kau nampak di ujung jalan depan rumahku.. Tebar wewangian Walau sekedar melintas... Diatas Kursi kayu aku menakar waktu Dikepung asap tembakau beriring rindu Terpaku gelisah.. Kau tak kunjung nampak Bersenandung pilu jiwaku Mengalun sendu layaknya tape klasik tetanggaku Sayup bunyinya Mendendang pedih syair melayu Sebelas tahun berlalu Tetapi aku tetap menunggu Entah dimana dikau. Tak mungkin rontok asaku 12052010 TRI SUHARMAN

Ku Alleangi Tallanga......

Gambar
Bagai kapal reyot mengarung samudera Kau tertatih disapu ombak.. Terseok di atas hitam lautan Terombang-ambing disetubuhi cuaca Rapuh layarmu tak manawar arus Roda kemudimu seketika luruh Merajut lunasmu jauhi keseimbangan.. Kau coba tegar di haluan Menahan lidah gelombang menjilat geladak Namun ciut buritanmu urun kendali Tak berdaya digertak gemuruh alam Nahkodamu menyirat pedih Dirajam teriakan awak berkalung apung.. Berharap lambungmu tetap mengapung.. Hatinya seteru cemas dan bimbang Pupus bersama sekoci yang tak mengiba Mengalah disentak arus entah kemana.. Pandangnya kosong.. Berkecamuk menyumbat air mata Mengesah terbang kedaratan Namun bisik pelaut Makassar seraya menikam "Ku alleangi tallanga na toalia.." Lebih baik tenggelam daripada kembali ke pantai.. 19042010 TRI SUHARMAN 19042010 TRI SUHARMAN sumber foto : http://www.kastenmarine.com

Ranjang Penanti

Gambar
Datanglah padaku lagi Seperti kemarin..seperti dahulu.. Kangen aku akan bisikmu.. Riuh menabuh gendang telingaku Tolong dekap aku lagi.. Sentuh ragaku dengan aroma peluhmu Susupi darahku.. Bunuh selaput nikotin dan sisa alkohol yang menyumbat hidupku.. Jadilah nutrisi untuk perbaiki stimulasi otakku.. Karena aku lelah dengan ancaman kematian.. Ingin kembali menikmati kelakar dalam cakrawala jiwaku Datanglah. .. Sekarang aku menunggu.. Selayaknya esok dan nanti.. Tak sabar menyusun cinta yang dahulu kau runtuh... Di ranjang itu... t.r.i.s.u.h.a.r.m.a.n makassar 280310 sumber foto : http://stat.ks.kidsklik.com

Pojok Gelisah

Gambar
Sepertinya kau menyayat lamunan Menapaki kisah indah masa lalu Menerawang elok hidup yang menagih rindu Kemudian tersentak dalam heningnya duka .. Getir.. Dibalik perih, dijamah kebosanan Seketika tak sadar.. Kelopak tubuhmu berlumur darah tak kunjung reda.. Merintih air mata yang kau sulap bahagia Dan akhirnya menepi diantara kedongkolan mereka Memacu pasang surut gelombang benakmu Kemudian bertanya.. Apakah keindahan yang dulu bisa kurengkuh? Sudikah kenikmatan itu kembali meniru..? Kau pun terbang dalam senyum sekejap Menanti kebebasan dibalik tembok gulita Dan menggelinjang diantara keterpurukan... TRI SUHARMAN 240310 illust : http://2.bp.blogspot.com/

Matamu......

Gambar
Adalah matamu...... Menyilet sekejap jiwa yang hitam Mengiris kerinduan, menepis perih Seperti pandangmu... Kalap menelanjangi Sanksi tragis yang menyetubuhi Mungkin lirikmu.. Menyulam kebencian Menebar kebahagiaan yang mengancam Karena tatapmu.... Menyogok pucuk keheningan Memerkosa kenyataan trisuharman 200310 sumber foto : http://mooel.blog.friendster.com/

Sapaan Hidung Belang

Gambar
Hei kau yang berdiri di ujung jalan.. Berhentilah memandangku tajam.. Tatapanmu yang binal tak mungkin menembus egoku.. Sebab kau tak lagi muda Hei kau yang termangu di persimpangan Usahlah senyum padaku Rayuanmu takkan mempan membuai kesepianku Sebab bulir kenikmatanmu tak lagi indah bagiku Hei kau yang terperangkap dibawah lampu remang Purnama yang mengukir cinta tertunduk malu melihatmu.. Nyanyian binatang malam bersahutan memakimu.. Sebab dandanan menormu tak mampu menutupi kulit usang itu Hei kau yang tak peduli dengan angin malam Masih pantaskah bila menjemputmu.. ? Bersamaku menunggangi kuda troya kebanggaanku.. ? Sebab aku tak tahan dengan pedihanmu Sembari berharap akhiri petualanganku.. veteranutara makassar 280210 ilust : http://flppakistan.files.wordpress.com