Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Purnama Ke(c)emasan 

Bulan bersolek walau tak sempurna  Menusuk-nusuk dinding Mengetuk jendela  Mengantar sebingkis dosa  Mengingatkan salam neraka   Gaduh.. Kututup telinga Sengaja kuabai walau mendesak Sebab kutahu, dia hanya datang bawa cemas Menggenggam ketakutan di balik punggung cahaya Seperti dulu.. Selalu  Mengingatkan mereka,  penghuni neraka itu.. tetap saja sahut-sahutan menertawai. Memanggil-manggil, seolah hendak menyambut tetamu  Pesta pora..  Huh, biadab kalian!  Lalu aku hanya duduk, bersandar.  menganggap kegaduhan itu sepi Memandang tarian mereka  Yang berhembus kembali Tarian dingin pengantar pagi  Sunyi, Dan tak akan lama pergi Seperti dulu,,Lagi 1404014
otak seperti kotak mengotak atik tengkorak menukik menekuk berlarian sajak-sajak lalu diam dalam-dalam menggigil lemah kusam memeluk serakah malam mengusir bayang kelam 01014
karena kau adalah sunyi itu sendiri bukan jazadmu, tapi sunyi itu buyimu seperti sakit lambat-lambat membunuh seperti pisau menancap di igamu seperti kamu itu aku seperti aku itu kamu tak meliat tak merasa 2013

makan

gontai kotaku seumpama wajah  murung memaksa senyum  penuh aliran sungai darah meliuk di jembatan dan jalan mencoba riang dengan gelombang hanyut bersama sisa nasi di tong sampah dan anak-anak tak bercelana itu pulas di atas karung goni bergambar palu berlukis arit bermimpi masa depan tak berduri menanti revolusi benar-benar revolusi walau menghukum diri membunuh penghamba tuan  penjilat tuhan penghisap kasihan demi makan makan makan 11092013